Jumat, 12 Februari 2010

Meningkatkan Produksi dan Kualitas Tanaman Dengan Pupup Multihara


Dinamika pertanian hortikultura demikian pesat. Kegiatan pertanian yang fokus utamanya pada budidaya tanaman sayuran, buah-buahan dan tanaman bunga ini memang lebih menjanjikan karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi hasil panennya. Apalagi bila produksi tinggi dan kualitas panen yang prima akan mampu menggenjot harga jualnya.

Meskipun demikian dalam kegiatan usaha tani hortikultura membutuhkan ketrampilan, input teknologi maupun sarana produksi yang lebih memadai. Kegiatan perawatan yang cermat, penggunaan benih unggul, aplikasi pestisida yang tepat dan pemenuhan nutrisi/hara tanaman yang tepat menjadi kegiatan yang sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Pemenuhan nutrisi tanaman tidak hanya berimbang (N,P, dan K) namun sudah mengarah pada unsur komplit baik makro maupun mikro yang tepat kebutuhannya menjadi kunci sukses bertani hortikultura. Hasil tanaman hortikultura yang lebih menampilkan hasil akhir pada penampilan, warna, aroma, rasa, bobot dan daya simpan sangat erat kaitannya dengan terpenuhinya nutrisi selama masa produksi. Kesuburan tanaman adalah dengan memberikan makanan yang secukupnya dengan nutrisi yang benar dan tepat pada saat yang dibutuhkan. Pemenuhan nutrisi tanaman bisa dilakukan dengan kegiatan pemupukan yang tepat jenis, dosis, cara, dan waktu serta orientasinya (seperti produksi daun, umbi, bunga ataupun buah).

Sumber bahan pemupukan yang sudah lama dikenal adalah dari jenis pupuk tunggal seperti urea sebagai sumber hara nitrogen, SP-36 sebagai sumber hara phospat, KCL dan ZK sebagai sumber unsur hara Kalium. Sayangnya dinamika pertanian hortikultura yang sedemikian pesat dengan munculnya varietas baru yang lebih responsif terhadap pemupukan, penggunaan pupuk konvensional ini sudah tidak bisa diandalkan lagi untuk digunakan dalam produksi sayuran, buah dan bunga yang berkualitas. Perlu sumber-sumber hara baru yang berkualitas, mudah diserap dan dimanfaatkan tanaman serta efektif dan efisien dalam penggunaannya.

Aneka Pupuk Multi Hara
Saat ini sudah muncul sumber nutrisi tanaman yang lebih baik yaitu generasi pupuk multi hara . Yang dimaksud pupuk majemuk ini adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu (multi) unsur hara. Perlu diketahui pula bahwa kini banyak macam pupuk majemuk yang beredar di pasaran sebagai alternatif pemenuhan sumberhara yang berkualitas. Beberapa diantaranya adalah Multi-NP (sumber N dan P), Multi-KP (sumber K dan P), Grand-K (sumber K dan N) serta KaliMagS (sumber K, Mg dan S).

• Multi NP
Mono amonium phosphat (MAP) dengan rumus kimia NH2PO4 dikenal nama generik/umum dari pupuk ini . Kandungan haranya berupa N 12% dan 60% P2O5 dengan bentuk kristal putih yang mudah larut dalam air. Pupuk Multi NP ini sangat cocok digunakan untuk budidaya tanaman hidroponik (green house grade). Aplikasi pupuk ini bisa dilakukan secara fertigasi (dikocorkan) maupun disemprotkan. Pupuk ini lebih tepat digunakan sebagai starter pertumbuhan awal karena dapat memacu pertumbuhan buluh akar secara maksimal dengan kualitas vegetatif yang baik.

Dampaknya dapat dilihat pada kualitas yang ditunjukkan dengan penampakkan daun menjadi lebih prima, berwarna hijau mengkilat, sel padat sehingga lebih tahan terhadap serangan jamur/cendawan. Selain digunakan pada budidaya hidroponik, pupuk ini juga cocok untuk semua jenis tanaman hortikultura untuk orientasi panen daun, umbi, buah maupun bunga karena pertumbuhan awal yang baik menjadi dasar perkembangan dan produksi tanaman yang sempurna. Khusus untuk tanaman yang berorientasi pada produksi daun seperti pakchoy, lettuce, kailan parsley, spinach dan lain dari keluarga sawi-sawian dan kubis-kubisan penggunaan pupuk ini sangat dianjurkan.

• Multi KP
Multi KP dikenal dengan nama generik MKP (Mono pothasium/kalium phosphat) dengan rumus kimia KH2PO4. Selain mengandung 50 % P2O5 dan 32 % K2O juga termasuk green house grade dan 100 % larut dalam air. Adapun ciri khas bentuk bentuknya adalah kristal mikro berbentuk batang mirip kristal MSG (vetsin). Pupuk ini lebih tepat dipakai untuk tanaman pada fase vegetatif menjelang generatif karena mampu mencegah tanaman dari pertumbuhan vegetatif yang berlebihan. Komposisi P dan K yang tinggi ini akan merangsang pembentukan bunga dan memperbaiki kualitas buah menjadi lebih padat, tahan simpan, serta angkutan jarak jauh. Selain itu juga dapat mencegah kerontokan bunga. Untuk tanaman bunga potong membuat kuntum bunga seragam dan lebih kompak. Aplikasi pupuk ini dapat dilakukan secara fertigasi maupun disemprotkan.

• Grand-K
Pupuk ini dikenal sebagai pupuk KNO3. di Pasaran terdapat dua jenis pupuk KNO3 yaitu jenis chilien sodium pothaisum nitrate (CPN) dengan kandungan unsur hara 15% nitrat, 14 % K2O dan 18% Na (sodium). Yang kedua adalah jenis photasium nitrat (PN) yang mengandung 13 % N dan 46 % K2O berbentuk kristal dan prill. Jenis pertama sangat cocok untuk pertum-buhan awal sedangkan jenis PN lebih tepat digunakan pada fase generatif dan pembentukkan organ penyimpanan seperti umbi dan buah. Kualitas buah dan umbi akan menjadi lebih prima, lebih mulus, lebih padat, dan rasa lebih manis. Untuk tanaman yang diambil bunganya, pemberian pupuk ini akan menghasilkan warna yang solid, dan bunga lebih kompak.

• KaliMagS
Pupuk multi ini lebih dikenal sebagai patent kali dengan gabungan multi unsur kalium, magnesium, sulfur dan sedikit chlor maksimal 3 % dengan rumurs K2SO4 dan MgSO4. KaliMagS memiliki kandungan 30 % K2O, 10 % MgO, 18 % S dan 1, 55% Cl. Bentuk butirannya kasar abu-abu kemerahan. Pupuk ini lebih cocok untuk campuran pupuk dasar maupun saat memasuki fase generatif. Diharapkan pemenuhan kebutuhan unsur hara yang sangat mempengaruhi kualitas ini dapat terpenuhi sepanjang masa produksi. Unsur K yang tinggi jelas membantu pembentukkan batang, daun, bunga dn buah yang baik. Unsur Mg yang berperan dalam pembentukkan hijau daun vital sangat diperlukan dalam pertumbuhan. Sulfur tersedia menjadi unsur yang berperan pada aroma produk sedangkan Chlor dibutuhkan beberapa tanaman yang cukup responsif pada chlor seperti jenis umbi-umbian.

Anjuran Aplikasi

Berbagai jenis pupuk multi yang ada tersebut dalam aplikasinya tergantung pada jenis tanaman, orientasi produksi dan tingkat produktifitas yang diharapkan. Perlu perencanaan, studi dan pengalaman aplikasi yang tepat. Meskipun demikian, prinsip dasar pemupukan yaitu keseimbangan rasio N : P dan N : K terhadap setiap fase pertumbuhan harus tetap diperhatikan dan menjadi acuan yang tepat. Seperti diketahui, pada fase pertumbuhan, hara N lebih dominan dibutuhkan, pertengahan berimbang N-P-K dan generatif P-K lebih dominan.

Peranan Unsur-Unsur Tanah Bagi Tanaman


Unsur makanan diperlukan oleh tanaman terutama dalam transpor. Misalkan suatu zat mineral berupa larutan hinggap pada salah satu daun, maka dalam hitungan detik, zat tersebut diserap oleh ektodesm yang ada pada permukaan daun. Dan tidak lama kemudian zat tersebut dialirkan ke bagian-bagian tanaman. Kejadian ini berkaitan erat dengan adanya proses fotosintesis di daun.

Ketersediaan unsur-unsur hara (mineral) makro dan mikro tersebut sangat penting karena setiap zat mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Hal itu pula yang mengakibatkan kebutuhan tanaman untuk setiap zat berbeda-beda jumlahnya. Seperti kita tahu, tanaman memerlukan banyak unsur Nitrogen, Phosphor dan Kalium dalam jumlah banyak, sedangkan mineral lain diperlukan lebih sedikit.

Berikut ini akan dijelaskan secra singkat macam-macam jenis mineral beserta kegunaannya bagi tanaman. Beberapa mineral mempunyai fungsi yang sama, dan ada pula mineral yang masih diteliti apa fungsinya bagi tanaman.

1. Unsur-unsur makro
a. Zat lemas (N)
Zat lemas diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3- dan NH4+ , protoplasma yang hidup terdiri dari kira-kira 25% bahan kering dengan komposisi 50-50% zat-zat putih telur dan 5-10% lipoiden dan persenyawaan lainnya yang mengandung N. kadar zat lemas dari protoplasma kira-kira antara 2-2,5%. Dengan adanya pemungutan hasil tanaman secara besar-besaran maka banyak sekali zat lemas yang hilang. Pada perusahan tebu sering kali didapat penghasilan sebanyak 1000-1500 qt tebu. Bila kadar airnya dihitung 70% maka bahan keringnya berjumlah 300-450 qt/ha pada tiap panennya. Untuk padi hasilnya lebih rendah yakni 22 qt/ha gabah atau 20 qt/ha bahan kering dari gabah dan 45 qt/ha bahan kering dari jeraminya jadi sejumlah 64 qt/ha. Oleh karena itu pemupukan N pada tanaman tebu harus lebih besar dari pada tanaman padi.

Biarpun ada hubungan yang erat antara pemberian N dengan sejumlah bahan kering yang dihasilkan, tidak berarti bahwa pemberian zat N itu harus sebanyak-banyaknya sebab pemberian zat N yang berlebih akan dapat membahayakan. Memang benar pemberian N akan menghasilkan banyak bahan hijau berupa daun dan batang tetapi pemberian N yang banyak dapat memperlambat masaknya biji.

Pemberian N yang banyak mempengaruhi juga perkembangan susunan akar, tetapi tidak sebagai Phosphorus dimana akar menjadi lebih panjang dan lebih dalam masuk kedalam tanah. Oleh karena dalamnya masuknya susunan akar kedalam tanah yang tidak sepadan dengan kesuburan pada bagian atas tanah, maka tanaman dalam keadaan demikian akan lebih lekas kekeringan.

b. Phospor (P)
Fosfor dalam bentuk senyawa fosfat organik, bertanggung jawab pada salah satu atau beberapa cara perubahan energi dalam bahan hidup. Sejumlah senyawa fosfat telah terbukti bersifat esensial bagi fotosintesis, sintesis karbohidrat dan senyawa lain yang sejenis, glikolisis, asam amino, metabolisme lemak dan S, serta oksidasi biologis. Karena peranannya sebagai energi tanaman, P merupakan unsur yang segera mobil dan dipusatkan dibagian pertumbuhan aktif.

Tanaman menyerap sebagian besar kebutuhan fosfornya dalam bentuk ortofosfat primer H2PO4 -. Sejumlah kecil bentuk H2PO4-- juga diserap dan bentuk P yang terdapat dalam tanah dikendalikan oleh pH larutan tanah. Imobilitas P dalam tanah mengisyaratkan cara penempatan pupuk yang baik karena mempengaruhi penggunaan P secara efisien. Suplai P yang mencukupi adalah penting pada awal pertumbuhan tanaman, karena pada masa ini tanaman mengalami masa primordia reproduktif dan oleh karenanya menentukan hasil biji yang maksimum.

c. Kalium (K)
Kalium diserap dalam bentuk K+. kalium banyak terkandung pada abu. Abu daun teh yang muda mengandung sampai 50% K2O, pucuk tebu yang muda mengadung 60-70% K2O dan pada tanaman jagung adalah sbb: Didalam batang dan daun : 52% dan 61%, Didalam tongkol : 21%-45%, Didalam akar : 3%-20%. Kalium terdapat didalam sel-sel yaitu sebagai ion-ion didalam cairan sel dan sebagai persenyawaan adsorptif didalam zat putih telur dari sitoplasma. Inti sel tidak mengandung kalium. Sebagai ion didalam cairan sel, Kalium berperan dalam melaksanakan "turgor" yang disebabkan oleh tekanan osmotis.

Ion Kalium mempunyai fungsi psikologis pada asimilasi zat arang. Bila tanaman sama sekali tidak diberi Kalium, maka asimilasi akan terhenti. Oleh sebab itu pada tanaman yang banyak menghasilkan hasil asimilasi seperti kentang, ubi kayu, tebu, nanas, akan banyak memerlukan Kalium (K2O) didalam tanah. Kalium berfungsi pula pada pembelahan sel dan pada sintesa putih telur. Pada saat terjadi pembentukan bunga atau buah maka Kalium akan cepat ditarik oleh sebab itu Kalium mudah bergerak (mobil).

d. Kalsium (Ca)
Unsur ini diserap dalam Ca++, Kalsium terdapat sebagai kalsium pectinaat pada lamela-lamela tengah dari dinding-dinding sel, endapan-endapan dari kalsium oksalat dan kalsium karbonat dan sebagai ion didalam air-sel. Kebanyakan dari zat kapur ini (CaO) terdapat didalam daun dan batang. Pada biji-biji relatif kurang mengandung kapur, demikian juga pada akar-akaran. Pada akar-akaran banyak terdapat pada ujung-ujungnya dan bulu-bulu akar.

e. Magnesium (Mg)
Magnesium diserap dalam bentuk Mg++ dan merupakan bagian dari hijau daun yang tidak dapat digantikan oleh unsur lain, kecuali didalam hijau daum Mg terdapat pula sebagai ion didalam air-sel. Kadarnya didalam bagian-bagian vegetatif lebih rendah dari pada kadar Kalsium, tetapi pada bagian generatif adalah sebaliknya.

f. Belerang (S)
Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk ion HSO4 dan SO4 . Ion SO4 dalam jumlah banyak air berbalik meracuni tanaman. Unsur S mempunyai dua esensialotas utama pada tanaman yaitu:

Pertama, unsur S berperan sebagai senyawa penyusun dan pembentukan asam amino yang mengandung S yaitu sistein, sistin dan methionim. pertumbuhan dan per-kembangan tanaman legum, lili ( bawang) dan cabe. Dari teoritis ini disarankan untuk ke-3 jenis tanaman tersebut diberikan pupuk Za. Bila pembentukan asam amino terhambat otomatis pem-bentukan protein terhambat menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang karena pembelahan sel terhambat sebagai akibat dari tidak adanya protein asam nukleat untuk pengisian inti sel.

Kedua, unsur berperan sebagai penyusun Asetil CoA ( koenzin A), bila Asetil CoAtidak terbentuk, kan menghambat proses respirasi siklus kreb akibatnya ATP tidak ada yang terbentuk menyebabkan proses fotosintesis, pembelahan sel, pembungaan, absorbsi, trans-parasi, translokasi menjadi terhambat akibatnya per-tumbuhan terhambat.

2. Unsur-unsur mikro
a. Besi (Fe)
Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk kation Fe dan esensi dari unsur ini adalah:
1. Sebagai gugus prostetik enzim katalase dan peroksidase dan sebagai penyusun feredoxin yang terdapat dalam klorofil.
2. Didalam tubuh tanaman Fe berada sebagai penyusun Fitoferitin yaitu garam Feri Posfo Protein yang terdapat didalam kloroplas dan senyawa ini yang menentukan proses pembentukan klorofil kalau defisiensi Fe sebagai penyusun klorfil tetapi untuk pem-bentukan klorofil Fitoferitin yang mengandung Fe.

b. Mangan (Mn)
Unsur ini diserap dalam bentuk Mn++. Unsur ini dalam tubuh tanaman mempunyai dua fungsi esensi: Mn mengaktifkan enzim IAA Oksidate yang berfungsi memecahkan IAA (Indol Acetic Acid) yang tidak lain adalah hormon auksin. Bila tanaman kekurangan Mn maka auksin berada dalam konsentrasi tinggi dalam tubuh tanaman sehingga terjadi hambatan pertumbuhan (tanaman kerdil). Kita tahu bahwa auksin dalam kadar rendah memacu pembelahan dan pembesaran sel yang dimulai dari ekskresi ion H+ dari sitoplasma ke dinding sel, akibatnya tekanan pada dinding sel makin kuat, dengan adanya imbibisi air maka sel terbelah dan membesar yang mendorong pertumbuhan tanaman tanaman sebaliknya bila auksin berada dalam kadar tinggi akan menghambat pertumbuhan tanaman.

c. Borium
Gabungan dari dua molekul monosakarida disebut disakarida. Dalam hal ini glukosa + fruktosa = sukrosa. Jadi sukrosa adalah disakarida yang terbentuk dari kodensasi glukosa dan fruktosa. Gabungan tiga monosakarida disebut trisakarida dst. Di dalam tubuh tanaman sintesa sukrosa terjadi sewaktu atau setelah terjadi sintesa sukrosa dalam reaksi gelap pada daun yang telah dipetik dan diberi glukosa atau fruktosa. Boron diserap oleh tanaman dalam bentuk BO3 .Unsur Boron mempunyai dua fungsi fisiologis utama adalah:
Membentuk ester dengan sukrosa sehingga sukrosa yang merupakan bentuk gula terlarut dalam tubuh tanaman lebih mudah diangkut dari tempat fotosintesis ke tempat pengisian buah. Proses ini menyebabkan buah melon akan terasa lebih manis dengan aroma yang khas.
Boron juga memudahkan pengikatan molekul glukosa dan fruktosa menjadi selulosa untuk mempertebal dinding sel sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

d. Tembaga (Cu)
Unsur ini diserap dalam bentuk Cu ++. Jumlah unsur ini 2 - 20 ppm per gram berat kering. Esensi dari unsur ini adalah:
Cu terdapat dalam kloroplas sebagai penyusun plastosianin dan stabilisator klorofil sehingga berhubungan juga dengan proses fotosintesis. Dalam tubuh tanaman membentuk Cu(OH)2 yang dapat berfungsi sebagai basa kuat untuk mematikan penyakit yang masuk ke dalam tubuh tanaman. Membentuk senyawa ( Cu (NH3)4)++ untuk mencegah terlalu banyaknya NH3 yang tertimbun di dalam tubuh tanaman karena NH3 yang berlebihan dalam tubuh tanaman akan bersifat racun.

e. Zinc (Zn)
Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn ++. Esensialitas dari unsur ini ialah: Zn berhubungan dengan pertumbuhan tanaman sebab Zn menjadi katalisator pembentukan triptophan yaitu salah satu jenis asam amino yang menjadi prekursor (senyawa awal) dalam pembentukan IAA yang selanjutnya menjadi auksin yaitu hormon yang bekerja dalam perkecambahan, pembelahan dan pembesaran sel sehingga menentukan laju pertumbuhan vegetatif tanaman. Zn merupakan bagian dari enzim amilum sintetase ( pembentukan gula menjadi amilum). Zn sebagai penyusun enzim Karbonic anhidrase yang berfungsi sebagai buffer terhadap perubahan per-tumbuhan.

f. Molibdenum (Mo)
Unsur ini diserap dalam bentuk MoO4- . Esensi unsur ini:
Sebagai aktivator dan penyusun enzim sitrat reduktase yaitu enzim yang bekerja membantu perubahan ion NO3- menjadi NH3 yang siap dipakai untuk pem-bentukan asam amino dan protein untuk pembelahan dan pembesaran sel.

Jadi NH3 adalah prekursor untuk selanjutnya membentuk asam amino dan asam amino membentuk protein dan asam nukleat.
Mo berperan pada metabolisme hormon tanaman. Kekurangan Mo maka per-tumbuhan terhambat karena kadar NO3 - menumpuk dalam tubuh tanaman.

Apa yang anda ketahui tentang alabio?